Selasa, 02 Juni 2015


1.            Pewadahan dan Penyimpanan Reagen
Reagen dapat berupa zat padat atau (bubuk kristal zat cair ). Tempat penyimpanan reagen pun harus selalu ditutup dengan baik (hermetis) supaya zat kimia tidak terkena kelembaban udara dan jamur tidak dapat tumbuh.untuk mendapat hasil reagen yang baik, mutu bahan kimia harus dipilih dengan cara membandingkan pentingnya ketelitian dalam menganalisa
Dan peralatan laboratorium sangatlah penting dala melakukan suatu kegiatan praktikum. Peralatan laboratorium juga beraneka ragam jenis dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kewaspadaan serta ketepatan dalam penggunaan harus dilaksanakan agar tidak terjadi kerusakan pada peralatan laboratorium.
Mengenal bahaya merupakan langkah pertama dalam rangka mengendalikan bahaya di dalam pabrik kimia, termasuk di laboratorium. Ada beberapa sumber bahaya yang terdapat di dalam laboratorium maupun alat laboratorium, baik bahaya yang bersifat fisik maupun kimia. Dan mungkin di beberapa laboratorium dan alat laboratoriumada bahaya yang bersifat biologis.
Sumber bahaya di setiap laboratorium dan alat laboratorium memang berbeda-beda. Ini dipengaruhi oleh jenis analisa yang dilakukan, chemical reagent yang dipakai, alat analisa yang digunakan, jenis bahan yang dianalisa, kondisi ruangan laboratorium dan alat laboratorium.
Berikut ini adalah beberapa sumber bahaya, yang umumnya dapat kita jumpai di dalam laboratorium maupun alat laboratorium. Daftar bahaya tersebut dapat kita gunakan sebagai acuan, manakala kita hendak melakukan hazard identification process di laboratorium.
Apa Saja Bahaya Yang Bersifat Fisik
1.      Listrik
2.      Terpeleset, tersandung dan jatuh
3.      Temperatur ekstrem (panas dan dingin)
4.      Ventilasi yang buruk
5.      Tingkat pencahayaan yang kurang
6.      Radiasi
7.      Getaran mekanis
8.      Kekurangan oksigen
9.      Terkena benda jatuh (contoh: tertimpa silinder gas)
10.  Kelembaban udara
11.  Benda tajam
12.  Apa Saja Bahaya Bahaya Bersifat Kimia
Bahaya kimia berhubungan dengan penyimpanan, penanganan dan pemakaian bahan kimia berbahaya atau B3 di laboratorium. Bahayanya meliputi terciprat, tumpah, tertelan, terhirup, terhisap, kontak dengan kulit, kontak dengan mata dan lain-lain.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiapPVMJUN1F02UNkkm5tYTG2jXFfbEojJhPraIgCV7MojE05w7qLls3d7Oriz1uCukX0Zjei55ZcGwj0onfg9dHyM6ub3LjnjvPg_j5Xmokxa-q_zxYjr4PS8oLp3ELlBebLF-7VDAsWyB/s400/gambar+penataan+jelek+.jpg


Klasifikasi Penyimpanan Bahan Kimia
Bahan Kimia
Tidak Boleh Bercampur dengan
Asam asetat
CH3COOH
Asam kromat, H2Cr2O4; Asam nitrat, HNO3;
Senyawa hidroksil, -OH; Etilen glikol, C2H6O2;
Asam perklorat, HClO4; Peroksida, H2O2, Na2O2;
Permanganat, KMnO4
Aseton
CH3COCH3
Campuran asam nitrat dan asam sulfat pekat,
(HNO3 pkt + H2SO4 pkt); Basa kuat, NaOH, KOH
Asetilen
C2H2
Flor, F2; Klor, Cl2; Brom, Br2; Tembaga, Cu;
Perak, Ag; Raksa, Hg
Logam alkali
Li, Na, K
Air, H2O; Karbon tetraklorida, CCl4; Hidrokarbon
terklorinasi, CH3Cl; Karbon dioksida, CO2;
halogen, F2, Cl2, Br2, I2
Amonia anhidros,
NH3
Raksa, Hg; Kalsium, Ca; Klor, Cl2; Brom, Br2; Iod,
I2; Asam florifa, HF; Hipoklorit, HClO, Ca(ClO)2
Amonium nitrat,
NH4NO3
Asam; serbuk logam; cairan dapat terbakar;
Klorat, ClO3
- ; Nitrit, NO2
-; belerang, S8; serbuk
organik; bahan dapat terbakar

Anilin
C6H5NH2

Asam nitrat, HNO3;
Hidrogen proksida, H2O2
Bahan arsenat, AsO3 -
Bahan reduktor
Azida, N3-
Asam
Brom, Br2
Amonia, NH3; Asetilen, C2H2; butadiena, C4H6;
butana, C4H10; metana, CH4; propana, C3H8 (
atau gas minyak bumi), hidrogen, H2; Natrium
karbida, NaC; terpentin; benzen, C6H6; serbuk
logam
Kalsium oksida, CaO
Air, H2O
Karbon aktif, C
Kalsium hipoklorit, Ca(ClO)2; Semua oksidator
Karbon tetraklorida,
CCl4
Natrium, Na
Klorat, ClO3-
Garam amonium; asam; Serbuk logam; Belerang,
S8; Bahan organik serbuk; Bahan dapat terbakar
Asam kromat,
H2Cr2O4; Krom
trioksida, Cr2O3
Asam asetat, CH3COOH; Naftalen, C10H8;
Kamper, C10H16O; gliserol,
HOCH2CH(OH)CH2OH; Gliserin; terpentin;
alkohol; cairan mudah terbakar
Klor, Cl2
Ammonia, acetylene, butadiene, butane,
methane, propane (or other petroleum gases),
hydrogen, sodium carbide, turpentine, benzene,
finely divided metals
Klor dioksida, ClO2 
Ammonia, metana, fosfin, Asam sulfida
Tembaga
Asetilen, hidrogen peroksida
Cumene
hidroperoksida
Asam, organik atau anorganik
Sianida
Asam
Cairan dapat
terbakar
Amonium nitrat, Asam kromat, hidrogen
peroksida, Asam nitrat, Natrium peroksida,
halogen
Hidrokarbon
Flor, klor, brom, ASam kromat, Natrium peroksida
Asam sianat
Asam nitrat, Basa
Asam florida
Ammonia, aqueous or anhydrous
Hidrogen peroksida
Tembaga, Krom, Besi, Kebanyakan logam atau
garamnya, Alkohol, Aseton, bahan organik, Anilin,
Nitrometan, Cairan dapat terbakar
Asam sulfida

Asam nitrat berasap, Asam lain, Gas oksidator,
Asetilen, Amonia (berair atau anhidros), Hidrogen
Hipoklorit
Asam, Karbon aktif
Iod
Asetilen, Amonia (berair atau anhidros), Hidrogen
Raksa
Asetilen, Asam fulmanat, Amonia
Nitrat
Asam sulfat
Asam nitrat (pekat) 
Asam asetat, Anilin, Asam kromat, Asam sianat,
Asam sulfida, Cairan dapat terbakar, Gas dapat
terbakar, Tembaga, Kuningan, Logam berat
Nitrit
Asam
Nitroparafin
Basa anorganik, Amina
Asam oksalat
Perak, Raksa
Oksigen
Oli, Lemak, hidrogen; Cairan, padatan, dan Gas
dapat terbakar
Asam perklorat
Asetat anhidrid, Bismut dan aliasinya, Alkohol,
Kertas, Kayu, Lemak dan oli
Peroksida, organik
Asam (organik atau mineral), Hindari gesekan,
Simpan di tempat dingin
Fosfor (putih)
Udara, Oksigen, Basa, Bahan reduktor
Kalium Karbon tetraklorida,
Karbon dioksida, Air
Kalium klorat dan Perklorat
Asam sulfat dan asam lain


2.            Pewadahan dan Penyimpanan Media Mikrobiologi
Media Mikrobiologi adalah salah satu bahan consumable yang banyak digunakan di laboratorium. Jika di sebuah laboratorium terdapat laboratorium mikrobiologi, sudah pasti dibutuhkan media mikrobiologi secara rutin.
Media mikrobiologi, seperti bahan bahan di laboratorium yang lain, harus dipastikan diterima dengan baik di laboratorium. Karena bahan yang baik akan menentukan kualitas analisa. Media Mikrobiologi juga perlu disimpan dalam kondisi yang benar. Walaupun sudah ada waktu expired date, penyimpanan media mikrobiologi yang tidak benar akan mempercepat proses penurunan kualitas media mikrobiologi tersebut.
Dokumentasi pada penerimaan barang yang baik juga akan meminimalisasi terjadinya ketidak tersediaan stok produk pada gudang sehingga menghambat analisa.


Berikut adalah 6 langkah yang dapat dilakukan ketika menerima media  mikrobiologi di laboratorium.
1. Pastikan Nama, No katalog dan packing yang datang sesuai dengan yang kita pesan.
Pada beberapa vendor terdapat produk produk yang  mempunyai nama yang hampir sama, misalnya produk yang sama dengan bentuk cair atau padatan. Ukuran packing juga perlu diperhatikan karena perbedaan ukuran packing biasanya dibedakan dengan kode penomeran setelah no katalog.
Perhatikan contoh berikut,
·         Egg yolk emulsion dan egg yolk tellurite emulsion
·         Pseudomonas CFC Selective supplement dan pseudomonas CN Selective Supplement
·         Sabaroud 2 % Dextrose Agar dan Sabaroud 2 % Dextrose brot

2. Batas kadaluarsa ( Expired Date )
Perlu diperhatikan waktu batas kadaluarsa dari media mikrobiologi yang diterima. Waktu batas kadaluarsa yang umum tergantung jenis medianya adalah 3 – 5  tahun. Beberapa media khusus mempunyai batas kadaluarsa yang lebih singkat.  Diskusikan ke vendor jika media mikrobiologi yang anda terima hanya mempunyai kurang dari 50 persen dari masa kadaluarsa seharusnya.
Media yang sudah jadi ( prepare media microbiology ) , supplement media mikrobiologi dan beberapa media cair mempunyai batas kadaluarsa yang lebih singkat,  misalnya egg yolk yang hanya mempunyai batas kadaluarsa satu tahun.
3. Certificate of Analysis
Setiap menerima media mikrobiologi usahakan untuk minta disertakan Certicate of Analysis untuk setiap produk. Hal ini untuk menjamin keaslian dari produk tersebut. Certifikate of Analysis juga membantu kita memberikan informasi penting seperti tanggal pembuatan, tanggal kadaluarsa, analisa qulaity control yang telah dilakukan untuk media tersebut dan warna yang dihasilkan jika ditanam dengan bakteri tertentu.
Selain CoA, Dokumen yang yang bisa diminta ( biasanya tidak disertakan ) adalah BSE/TSE Certificate ( asal negara dari bahan baku ), Material safety data Sheet ( MSDS ) dan technical data sheet.
4. Dokumentasi.
Adalah sangat penting untuk segera mencatat media mikrobiologi yang diterima kedalam buku stok atau kertas stok. Jika anda menerima media mikrobiology lebih dari satu, tulis di botol tanggal penerimaan dan botol keberapa, misalnya jika kita menerima 4 botol TSA, maka ditulis 15/01/2011 1 of 4, 15/01/2011 2 of 4 dan seterusnya.
Untuk kemudahan administrasi First In First Out ( FIFO ) gunakan selalu botol pertama, sehingga jika botol terakhir sudah digunakan , misalnya 4 of 4, kita diingatkan untuk melakukan pemesanan kembali.
5. Perhatikan label untuk perbedaan penanganan dan penyimpanan
Tidak semua media microbiologi aman bagi kita. Perhatikan label tanda bahaya untuk memisahkan penanganan dan penyimpanan.  Perlakukan media mikrobiologi dengan tanda tengkorak dengan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai. Simpan media mikrobiologi sesuai dengan label untuk meminimalisasi percepatan kerusakan.
6. Pengiriman dengan kondisi spesial.
Media mikrobiologi seperti egg yolk dan egg yolk tellurite emulsions  harus disimpan 2 – 8 C selama pengiriman. Jika Anda memesan media mikrobiologi dengan kondisi khusus seperti itu, pastikan anda menerimanya dengan menggunakan dry ice atau alat lain yang menjamin pengaturan suhu selama dalam pengiriman.



http://niethatata-nietha.blogspot.com/2012/04/pewadahan-dan-penyimpanan-reagenkimia.html

Senin, 18 Mei 2015

Minggu, 10 Mei 2015

Sabtu, 09 Mei 2015

More and more research is showing that the key to lifelong good health is what experts call “lifestyle medicine” — making simple changes in diet, exercise and stress management. To help you turn that knowledge into results, we’ve put together this manageable list of health and wellness action steps.
We asked three experts — a naturopathic physician, a nutritionist, and a personal trainer — to tell us the top five simple-but-significant lifestyle-medicine changes they recommend.
Besides giving you three different takes on how to pick your health battles, this list gives you choices you can make without being whisked off to a reality-show fat farm — or buying a second freezer for those calorie-controlled, pre-portioned frozen meals.
James Rouse, N.D.
Naturopathic physician, triathlete, chef, author and host of TV’s “Optimum Wellness,” health-tip segments featured on NBC affiliates in several major cities.
1. Think positive and focus on gratitude
Research shows a healthy positive attitude helps build a healthier immune system and boosts overall health. Your body believes what you think, so focus on the positive.
2. Eat your vegetables
Shoot for five servings of vegetables a day — raw, steamed, or stir-fried. A diet high in vegetables is associated with a reduced risk of developing cancers of the lung, colon, breast, cervix, esophagus, stomach, bladder, pancreas and ovary. And many of the most powerful phytonutrients are the ones with the boldest colors — such as broccoli, cabbage, carrots, tomatoes, grapes and leafy greens.
3. Set a “5-meal ideal”
What, when and how much you eat can keep both your metabolism and your energy levels steadily elevated, so you’ll have more all-day energy. A "5 meal ideal" will help you manage your weight, keep your cool, maintain your focus and avoid cravings.
4. Exercise daily 
Did you know that daily exercise can reduce all of the biomarkers of aging? This includes improving eyesight, normalizing blood pressure, improving lean muscle, lowering cholesterol and improving bone density. If you want to live well and live longer, you must exercise! Studies show that even 10 minutes of exercise makes a difference — so do something! Crank the stereo and dance in your living room. Sign up for swing dancing or ballroom-dancing lessons. Walk to the park with your kids or a neighbor you’d like to catch up with. Jump rope or play hopscotch. Spin a hula hoop. Play water volleyball. Bike to work. Jump on a trampoline. Go for a hike.
5. Get at good night's sleep
If you have trouble sleeping, try relaxation techniques such as meditation andyoga. Or eat a small bedtime snack of foods shown to help shift the body and mind into sleep mode: whole grain cereal with milk, oatmeal, cherries or chamomile tea. Darken your room more and turn your clock away from you. Write down worries or stressful thoughts to get them out of your head and onto the page. This will help you put them into perspective so you can quit worrying about them.
Christina Reiter, M.S., R.D.
Resident consulting dietitian at the University of Colorado–Boulder Wardenburg Health Center for Nutrition Education and Therapies and former director of the nutrition program at Metropolitan State College of Denver.
 
1. Check your food ’tude
What we eat and how we feel are linked in very complex ways. A healthy approach to eating is centered on savoring flavor, eating to satisfaction and increasing energy, rather than focusing on weight. Check your balance of low-calorie foods, nutrient-dense foods (providing many nutrients per calorie), and foods that are calorie dense but nutrient poor. Most Americans need to eat more fresh whole foods (in contrast to processed, highly refined foods). Try to add more whole grains, fresh fruits and vegetables, and legumes into your meals. Pair these carbohydrate-rich foods with a healthy fat or lean protein to extend satisfaction.
2. Eat like a kid 
If adding more fruits and vegetables sounds ominous, look to “finger food” versions that preschool kids love — carrot and celery sticks, cherry tomatoes, broccoli florets, grapes, berries and dried fruits. All are nutritional powerhouses packed with antioxidants.
3. Be a picky eater
Limit saturated fats and trans fats, and aim to eat more foods rich in anti-inflammatory omega-3 fatty acids to cut your risk of cardiovascular disease and maybe even improve depressed moods. The equivalent of just 1 gram of EPA/DHA (eicosapentaenoic acid/docosahexaenoic acid) daily is recommended. Eating cold-water oily fish (wild salmon, herring, sardines, trout) two to three times per week will provide both EPA and DHA. Adding up to 2 tablespoons of ground flaxseed and eating meat, milk and cheese from grass-fed animals will provide you with a healthy dose of omega-3s.
4. Use foods over supplements
Supplements are not a substitute for a good diet. Although many health experts recommend taking a multivitamin and mineral supplement that provides 100 to 200 percent of your recommended daily value, each and every supplement should be carefully evaluated for purity and safety. Specific supplements have been associated with toxicity, reactions with medications, competition with other nutrients, and even increased risk of diseases such as cancer, heart disease and diabetes.
5. Get satisfaction
Both eating and physical activity are fun, sensory experiences! In both, aim for pleasure — not pain. Pay attention to the nutritional value of the foods you choose to eat, as well as your sense of satisfaction, relaxation, tension, exhilaration and fatigue when you sit down to eat. Check in with yourself as you eat, rekindling your recognition of hunger, fullness and satisfaction when considering when and how much to eat.
Rick Olderman, M.S., P.T.
A physical therapist and owner of Z-Line Training in Denver, Colo., offering rehabilitation, personal training, Pilates instruction, 
motivational
 injury-prevention seminars, employee fitness program development and custom foot orthotics casting.

1. Give yourself a break
“I spend countless hours doing cardio and never seem to lose that last 10 pounds!” is a common complaint I hear from clients. Give yourself permission to shorten your workout. Believe it or not, overtraining could be the problem. Your body can plateau if not given adequate rest to restore itself, ultimately leading to a decline in performance. Fatigue, moodiness, lack of enthusiasm, depression and increased cortisol (the “stress” hormone) are some hallmarks of overtraining syndrome. Creating a periodization program — breaking up your routine into various training modes — can help prevent overtraining by building rest phases into your regimen. For example, you might weight train on Monday and Wednesday, cycle on Tuesday and Thursday, run on Friday and rest on Saturday and Sunday. You can also help balance your program by simply incorporating more variety.
2. Think small
Often the biggest deterrent to improving health is feeling overwhelmed by all the available advice and research. Try to focus first on one small, seemingly inconsequential, unhealthy habit and turn it into a healthy, positive habit. If you’re in the habit of eating as soon as you get home at night, instead keep walking shoes in the garage or entryway and take a quick spin around the block before going inside. If you have a can of soda at lunchtime every day, have a glass of water two days a week instead. Starting with small, painless changes helps establish the mentality that healthy change is not necessarily painful change. It’s easy to build from here by adding more healthy substitutions.
3. Keep good company
You can do all the right things — but if you have personal relationships with people who have unhealthy habits, it is often an uphill battle. The healthiest people are those who have relationships with other healthy people. Get your family or friends involved with you when you walk or plan healthier meals. Making healthy changes with a loved one can bring you closer together as well as motivate you.
4. Make a list … and check it twice
Take a few minutes and write down all the reasons you can’t begin an exercise program. Then look at the basis of each reason. For instance, if you wrote, “No time” as one of your reasons, then perhaps that’s based on a belief that an exercise program takes a lot of time. Starting with even five minutes a day will have a positive effect because you will have created a healthy habit where one didn’t exist before, and that’s a powerful mental adjustment. A closer look at your list will expose those false beliefs hiding behind each excuse.
5. Sign up for an event
Let’s face it, exercising just for the sake of exercising or losing weight can get boring. Spice things up by signing up for an event like a run/walk race or a cycling ride where you can be part of a team. Doing so gives your workouts a new purpose, and it’s fun to be around others who are exercising just like you — not to mention that most events benefit nonprofit organizations, which doubles your feel-good high.
source : http://life.gaiam.com/article/15-easy-ways-be-healthier
Indahnya alam Indonesia! Itu tak bisa di pungkiri oleh siapaun, dimanapun. Indonesia itu indah dari segi alamnya. Siapa yang tak bangga sebagai anak bangsa apabila memiliki karya Tuhan seperti alam Indonesia? Cobalah sedikit lirik alam Indonesia daripada harus memaksakan diri bercerita tentang megah dan indahnya alam luar negeri.

CARSTENSZ PYRAMID
Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya ini ialah sebuah puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang terdapat di provinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian 4884 mdpl dan merupakan satu - satunya gletser tropika di Indonesia, yang kemungkinan besar segera akan lenyap akibat pemanasan global.

www.belantaraindonesia.org

Puncak ini pernah dinamai Poentjak Soekarno dan merupakan gunung yang tertinggi di Oceania.Puncak Jaya adalah salah satu dari tujuh puncak dunia.

TIWU KELIMUTU
Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna - warna tersebut selalu berubah - ubah seiring dengan perjalanan waktu.

www.belantaraindonesia.org

Kelimutu merupakan gabungan kata dari "keli" yang berarti gunung dan kata "mutu" yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna - warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing - masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna - warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" merupakan tempat berkumpulnya jiwa - jiwa muda - mudi yang telah meninggal.

www.belantaraindonesia.org

Danau yang berwarna merah atau "Tiwu Ata Polo" merupakan tempat berkumpulnya jiwa - jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan / tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa - jiwa orang tua yang telah meninggal.

RAJA AMPAT
Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung ( Vogelkoop ) Pulau Papua. Secara administrasi, gugusan ini berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

www.belantaraindonesia.org

Kepulauan ini sekarang menjadi tujuan para penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan menurut empat pulau terbesarnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.

BROMO
Gunung Bromo ( dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu ), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

www.belantaraindonesia.org

Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter ( utara - selatan ) dan ± 600 meter ( timur - barat ). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari - jari 4 km dari pusat kawah Bromo
source : http://www.belantaraindonesia.org/2013/02/indahnya-alam-indonesia.html

Sabtu, 02 Mei 2015

Bila anda ingin membuat batik seperti ini :



 
siahkan unduh tutorialnya DISINI
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!