BAB
I
PENDAHULUAN
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kaya
sekali akan ragam bahasa pengucapan serta tulisannya, salah satu contoh yang
menambah ragam bahasa Indonesia adalah logat bahasa Bali. Bali merupakan bagian
dari Indonesia di Bali terkenal sekali dengan wisatanya yang menyajikan banyak
sekali pemandangan yang menarik perhatian orang untuk datang kesana melihatnya.
Baik itu penggunjung lokal maupun internasional. Selain kaya akan budayanya
Bali juga mempunyai logat bahasa yang menarik serta menambah kosa kata dalam
bahasa Indonesia. Logat Bali terkenal dengan logat khasnya yaitu pada saat
mengucapkan huruf “T”, terdapat penekanan menjadi “Th”, dan juga pada saat
mengucapkan huruf “A”, dibaca menjadi huruf “E”.
Bali adalah pulau yang kaya dengan kekayaan
wisatanya. Bali juga kaya dengan budayanya. Budaya adalah sesuatu hal yang diilakukan
secara turun temurun. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa budaya erat
dengan bahasa dan bahasa erat juga dengan logat bahasanya. Karena itu logat
bahasa Bali merupakan bahasa yang perlu untuk dipelajari.
Pentingnya kita mempelajari logat bahasa
adalah agar kita mengerti akan macam-macam logat bahasa yang ada di Indonesia,
Indonesia kaya dengan ragam bahasanya dan walaupun ragam bahasa ataupun logat
bahasa berbeda-beda tetapi kita tetap Bhineka Tunggal Ika. Dan oleh karena
pentingnya belajar tentang logat bahasa maka makalah ini diperuntukkan untuk
mempermudah kita dalam memahami logat bahasa di Indonesia khusunya di Bali,
untuk menambah kosa kata dan pengetahuan kita. Oleh karena itu makalah ini saya
beri judul “ Logat Bahasa Bali “.
PEMBAHASAN
1. Pengertian
Bahasa Indonesia menurut KBBI
Bahasa adalah kapasitas khusus yang ada
pada manusia untuk memperoleh dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks,
dan sebuah bahasa adalah contoh spesifik dari sistem tersebut. Kajian ilmiah
terhadap bahasa disebut dengan linguistik. Semua perkiraan dari jumlah akurat
dari bahasa-bahasa di dunia bergantung kepada suatu perubahan sembarang antara
perbedaan bahasa dan dialek.
Namun, perkiraan beragam antara
6.000-7.000 bahasa. Bahasa alami adalah bicara atau bahasa isyarat, tapi setiap
bahasa dapat disandikan ke dalam media kedua menggunakan stimulus audio,
visual, atau taktil, sebagai contohnya, dalam tulisan grafis, braille, atau
siulan. Hal ini karena bahasa manusia adalah modalitas-independen. Bila
digunakan sebagai konsep umum, "bahasa" bisa mengacu pada kemampuan
kognitif untuk dapat belajar dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks,
atau untuk menjelaskan sekumpulan aturan yang membentuk sistem tersebut, atau
sekumpulan pengucapan yang dapat dihasilkan dari aturan-aturan tersebut. Semua
bahasa bergantung pada proses semiosis untuk menghubungkan isyarat dengan makna
tertentu. Bahasa oral dan Bahasa isyarat memiliki sebuah sistem fonologis yang
mengatur bagaimana simbol digunakan untuk membentuk urutan yang dikenal sebagai
kata atau morfem, dan suatu sistem sintaks yang mengatur bagaimana kata-kata
dan morfem digabungkan untuk membentuk frasa dan penyebutan.
Bahasa manusia unik karena memiliki
properti-properti produktivitas, rekursif, dan pergeseran, dan karena ia secara
keseluruhan bergantung pada konvensi sosial dan pembelajaran. Strukturnya yang
kompleks mampu memberikan kemungkinan ekspresi dan penggunaan yang lebih luas
daripada sistem komunikasi hewan yang
diketahui. Bahasa diperkirakan berasal sejak hominin mulai secara bertahap
mengubah sistem komunikasi primata mereka, memperoleh kemampuan untuk membentuk
suatu teori pikiran dan intensionalitas berbagi.
Perkembangan tersebut terkadang
diperkirakan bersamaan dengan meningkatnya volume otak,
dan banyak ahli bahasa melihat struktur bahasa telah berkembang untuk melayani
fungsi sosial dan komunikatif tertentu. Bahasa diproses pada banyak lokasi yang
berbeda pada otak manusia, tapi terutama di area Broca dan area Wernicke. Manusia
mengakuisisi bahasa lewat interaksi sosial pada masa balita, dan anak-anak
sudah dapat berbicara secara fasih kurang lebih umur tiga tahun. Penggunaan bahasa telah
berakar dalam kultur manusia. Oleh karena itu, selain digunakan untuk
berkomunikasi, bahasa juga memiliki banyak fungsi sosial dan kultural, seperti
untuk menandakan identitas suatu kelompok, stratifikasi sosial, dan untuk
dandanan sosial dan hiburan.
2. Ragam
bahasa berdasarkan daerah disebut ragam daerah (logat atau dialek).
Luasnya
pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang
digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia
yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing
memilikiciri khas yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa
Tengah tampak pada pelafalan atau b atau pada posisiawal saat melafalkan
nama-nama kota seperti Bogor, Bandung, Banyuwangi, dll. Logat bahasa Indonesia
orang Bali tampak pada pelafalan atau t atau seperti pada kata ithu, kitha,
canthik, dll.
3. Logat
Bahasa Bali
Bali
merupakan pulau yang kaya akan ragam budaya dan keanekaragaman hayatinya. Sebut
saja Bali dengan pulau seribu pura, hal ini disebabkan karena Bali memiliki
pura yang banyak, karena pura diBali sebagai tempat peribadatan agama Hindu,
atau sebut juga Bali dengan pulau sejuta warna, karena di Bali penuh dengan
warna-warna dan panorama yang indah, pantainya yang banyak dan keanekaragaman
hayatinya yang indah menambah Bali menjadi objek wisata yang sangat menarik
hati para wisatawan baik lokal maupun internasional, dan tidak dipungkirin juga
bahwa Bali merupakan aset Indonesia.
Tapi
disisi lain pernahkan anda berfikir bahwa selain dengan keanekaragaman wisata
yang ada di Bali, Bali juga memiliki logat bahasa yang unik dalam setiap
pengucapannya. Misalkan saja ketika kita menyebutkan kata “pura” maka orang
Bali tidak mungkin mengucapkan kata itu sama dengan kita, tetapi orang bali
akan mengucapkan kata pura menjadi “pure”. Hal ini disebabkan karena masyarakat
Bali tidak dapat mengucapkan huruf “A” dengan lantang melainkan mengucapkan
huruf “A” itu menjadi “E”. Bukan hanya berhenti dalam mengucapkan huruf “A” tadi
tapi orang Bali juga menggucapkan huruf “T” menjadi seperti menekan dan seperti
terbaca “Th”. Contohnya ketika mengucapkan kata “batuk” maka orang Bali akan
mengucapkan kata itu menjadi “bathuk”.
Selain
logat bahasa seperti itu di Bali juga terkenal dengan perbedaannya yang kontras
dengan bahasa Jawa. diJawa orang-orang menggunakan bahasa krama inggil yang
merupakan bahasa yang sopan untuk orang dikalangan Jawa. Tetapi jika kita
berada di Bali maka bahasa itu akan terbalik. Misalnya saja ketika kita dijawa
menyebutkan krama inggil dari kaki adalah “ suku”. Tetapi dibali kata suku
merupakan kata yang tidak sopan. Disana orang-orang menyebutkan kaki dengan
bahasa yang sopan adalah “ceker”. Ini adalah ragam bahasa yang sangat bertolak
belakang dengan bahasa Jawa. Tetapi karena perbedaan ini justru membuat kosa
kata yang baru didalam bahasa. Sehingga kita menjadi tau bahwa disetiap pulau
memiliki logat serta tata bahasa yang berbeda-beda.
Selain
memiliki perbedaan antara tata bahasa di Jawa dan di Bali. Namun juga memiliki
kesamaan antara bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa Bali, misalnya :
Indonesia
|
Jawa
|
Bali
|
Nasi
|
Nasi,Sego
|
Nasi
|
Tangan
|
Tangan,asta
|
Tangan,lime
|
Sepuluh
|
Sedoso
|
Dase
|
Sembilan
|
Songo
|
Sanga
|
Makan
|
Mangan,dahar
|
Neda,
medar
|
Dari
tabel diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa ada sedikit persamaan antara Bahasa
Jawa dengan bahasa Bali serta ada hubungannya juga dengan Bahasa Indonesia.
4. Penggunaan
bahasa Bali
Didalam
bahasa Bali penggunaan bahasanya sering dipersingkat, tetapi tidak menghilangkan
arti dari kalimat itu.
Contoh
dalam bahasa Bali :
Lakar
kije (Pak/Bu/Bli/Mbok)? Atau dalam bahasa Indonesia artinya mau kemana
(Pak/Bu/Mas/Mbak)?. Dapat disingkat dengan kije(Pak/Bu/Bli/Mbok)?
5. Susunan
kata bahasa Bali
Susunan
kata bahasa Bali sebagian besar sama seperti susunan kata dalam bahasa
Indonesia. Berbeda dengan bahasa Inggris yang susunan katanya terbalik-balik.
Contohnya :
mau
kemana = lakar kije?
sudah makan? = sube
ngajeng? (be ngajeg?) atau sampun ngajeng?
sampun — sudah
Sube disingkat
menjadi ube atau be
pergi
kemana? = lunga kija? (dibaca Lunge kije?)
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
:
Dalam
logat bahasa Bali ternyata banyak sekali mengandung unsur-unsur yang menambah
wawasan kita dalam belajar ragam bahasa di Indonesia, selain memperkaya bahasa
Indonesia logat Bali juga memiliki kesamaan dengan bahasa Jawa. Didalam susunan
kata bahasa Bali pun sama dengan susunan bahasa Indonesia yang tidak
terbalik-balik.



0 komentar:
Posting Komentar