Kamis, 02 April 2015



BAB I
PENDAHULUAN
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kaya sekali akan ragam bahasa pengucapan serta tulisannya, salah satu contoh yang menambah ragam bahasa Indonesia adalah logat bahasa Bali. Bali merupakan bagian dari Indonesia di Bali terkenal sekali dengan wisatanya yang menyajikan banyak sekali pemandangan yang menarik perhatian orang untuk datang kesana melihatnya. Baik itu penggunjung lokal maupun internasional. Selain kaya akan budayanya Bali juga mempunyai logat bahasa yang menarik serta menambah kosa kata dalam bahasa Indonesia. Logat Bali terkenal dengan logat khasnya yaitu pada saat mengucapkan huruf “T”, terdapat penekanan menjadi “Th”, dan juga pada saat mengucapkan huruf “A”, dibaca menjadi huruf “E”.
Bali adalah pulau yang kaya dengan kekayaan wisatanya. Bali juga kaya dengan budayanya. Budaya adalah sesuatu hal yang diilakukan secara turun temurun. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa budaya erat dengan bahasa dan bahasa erat juga dengan logat bahasanya. Karena itu logat bahasa Bali merupakan bahasa yang perlu untuk dipelajari.
Pentingnya kita mempelajari logat bahasa adalah agar kita mengerti akan macam-macam logat bahasa yang ada di Indonesia, Indonesia kaya dengan ragam bahasanya dan walaupun ragam bahasa ataupun logat bahasa berbeda-beda tetapi kita tetap Bhineka Tunggal Ika. Dan oleh karena pentingnya belajar tentang logat bahasa maka makalah ini diperuntukkan untuk mempermudah kita dalam memahami logat bahasa di Indonesia khusunya di Bali, untuk menambah kosa kata dan pengetahuan kita. Oleh karena itu makalah ini saya beri judul “ Logat Bahasa Bali “.


BAB II
PEMBAHASAN
1.  Pengertian Bahasa Indonesia menurut KBBI
Bahasa adalah kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, dan sebuah bahasa adalah contoh spesifik dari sistem tersebut. Kajian ilmiah terhadap bahasa disebut dengan linguistik. Semua perkiraan dari jumlah akurat dari bahasa-bahasa di dunia bergantung kepada suatu perubahan sembarang antara perbedaan bahasa dan dialek.
Namun, perkiraan beragam antara 6.000-7.000 bahasa. Bahasa alami adalah bicara atau bahasa isyarat, tapi setiap bahasa dapat disandikan ke dalam media kedua menggunakan stimulus audio, visual, atau taktil, sebagai contohnya, dalam tulisan grafis, braille, atau siulan. Hal ini karena bahasa manusia adalah modalitas-independen. Bila digunakan sebagai konsep umum, "bahasa" bisa mengacu pada kemampuan kognitif untuk dapat belajar dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, atau untuk menjelaskan sekumpulan aturan yang membentuk sistem tersebut, atau sekumpulan pengucapan yang dapat dihasilkan dari aturan-aturan tersebut. Semua bahasa bergantung pada proses semiosis untuk menghubungkan isyarat dengan makna tertentu. Bahasa oral dan Bahasa isyarat memiliki sebuah sistem fonologis yang mengatur bagaimana simbol digunakan untuk membentuk urutan yang dikenal sebagai kata atau morfem, dan suatu sistem sintaks yang mengatur bagaimana kata-kata dan morfem digabungkan untuk membentuk frasa dan penyebutan.
Bahasa manusia unik karena memiliki properti-properti produktivitas, rekursif, dan pergeseran, dan karena ia secara keseluruhan bergantung pada konvensi sosial dan pembelajaran. Strukturnya yang kompleks mampu memberikan kemungkinan ekspresi dan penggunaan yang lebih luas daripada sistem komunikasi hewan yang diketahui. Bahasa diperkirakan berasal sejak hominin mulai secara bertahap mengubah sistem komunikasi primata mereka, memperoleh kemampuan untuk membentuk suatu teori pikiran dan intensionalitas berbagi.
Perkembangan tersebut terkadang diperkirakan bersamaan dengan meningkatnya volume otak, dan banyak ahli bahasa melihat struktur bahasa telah berkembang untuk melayani fungsi sosial dan komunikatif tertentu. Bahasa diproses pada banyak lokasi yang berbeda pada otak manusia, tapi terutama di area Broca dan area Wernicke. Manusia mengakuisisi bahasa lewat interaksi sosial pada masa balita, dan anak-anak sudah dapat berbicara secara fasih kurang lebih umur tiga tahun. Penggunaan bahasa telah berakar dalam kultur manusia. Oleh karena itu, selain digunakan untuk berkomunikasi, bahasa juga memiliki banyak fungsi sosial dan kultural, seperti untuk menandakan identitas suatu kelompok, stratifikasi sosial, dan untuk dandanan sosial dan hiburan.
2.  Ragam bahasa berdasarkan daerah disebut ragam daerah (logat atau dialek).
 Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memilikiciri khas yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa Tengah tampak pada pelafalan atau b atau pada posisiawal saat melafalkan nama-nama kota seperti Bogor, Bandung, Banyuwangi, dll. Logat bahasa Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan atau t atau seperti pada kata ithu, kitha, canthik, dll.
3.  Logat Bahasa Bali
Bali merupakan pulau yang kaya akan ragam budaya dan keanekaragaman hayatinya. Sebut saja Bali dengan pulau seribu pura, hal ini disebabkan karena Bali memiliki pura yang banyak, karena pura diBali sebagai tempat peribadatan agama Hindu, atau sebut juga Bali dengan pulau sejuta warna, karena di Bali penuh dengan warna-warna dan panorama yang indah, pantainya yang banyak dan keanekaragaman hayatinya yang indah menambah Bali menjadi objek wisata yang sangat menarik hati para wisatawan baik lokal maupun internasional, dan tidak dipungkirin juga bahwa Bali merupakan aset Indonesia.
Tapi disisi lain pernahkan anda berfikir bahwa selain dengan keanekaragaman wisata yang ada di Bali, Bali juga memiliki logat bahasa yang unik dalam setiap pengucapannya. Misalkan saja ketika kita menyebutkan kata “pura” maka orang Bali tidak mungkin mengucapkan kata itu sama dengan kita, tetapi orang bali akan mengucapkan kata pura menjadi “pure”. Hal ini disebabkan karena masyarakat Bali tidak dapat mengucapkan huruf “A” dengan lantang melainkan mengucapkan huruf “A” itu menjadi “E”. Bukan hanya berhenti dalam mengucapkan huruf “A” tadi tapi orang Bali juga menggucapkan huruf “T” menjadi seperti menekan dan seperti terbaca “Th”. Contohnya ketika mengucapkan kata “batuk” maka orang Bali akan mengucapkan kata itu menjadi “bathuk”.
Selain logat bahasa seperti itu di Bali juga terkenal dengan perbedaannya yang kontras dengan bahasa Jawa. diJawa orang-orang menggunakan bahasa krama inggil yang merupakan bahasa yang sopan untuk orang dikalangan Jawa. Tetapi jika kita berada di Bali maka bahasa itu akan terbalik. Misalnya saja ketika kita dijawa menyebutkan krama inggil dari kaki adalah “ suku”. Tetapi dibali kata suku merupakan kata yang tidak sopan. Disana orang-orang menyebutkan kaki dengan bahasa yang sopan adalah “ceker”. Ini adalah ragam bahasa yang sangat bertolak belakang dengan bahasa Jawa. Tetapi karena perbedaan ini justru membuat kosa kata yang baru didalam bahasa. Sehingga kita menjadi tau bahwa disetiap pulau memiliki logat serta tata bahasa yang berbeda-beda.
Selain memiliki perbedaan antara tata bahasa di Jawa dan di Bali. Namun juga memiliki kesamaan antara bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa Bali, misalnya :
Indonesia
Jawa
Bali
Nasi
Nasi,Sego
Nasi
Tangan
Tangan,asta
Tangan,lime
Sepuluh
Sedoso
Dase
Sembilan
Songo
Sanga
Makan
Mangan,dahar
Neda, medar



Dari tabel diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa ada sedikit persamaan antara Bahasa Jawa dengan bahasa Bali serta ada hubungannya juga dengan Bahasa Indonesia.
4.  Penggunaan bahasa Bali
Didalam bahasa Bali penggunaan bahasanya sering dipersingkat, tetapi tidak menghilangkan arti dari kalimat itu.
Contoh dalam bahasa Bali :
Lakar kije (Pak/Bu/Bli/Mbok)? Atau dalam bahasa Indonesia artinya mau kemana (Pak/Bu/Mas/Mbak)?. Dapat disingkat dengan kije(Pak/Bu/Bli/Mbok)?
5.  Susunan kata bahasa Bali
Susunan kata bahasa Bali sebagian besar sama seperti susunan kata dalam bahasa Indonesia. Berbeda dengan bahasa Inggris yang susunan katanya terbalik-balik. Contohnya :
mau kemana = lakar kije?
sudah makan? = sube ngajeng? (be ngajeg?) atau sampun ngajeng?
sampun  sudah
Sube disingkat menjadi ube atau be
pergi kemana? = lunga kija? (dibaca Lunge kije?)



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan :
Dalam logat bahasa Bali ternyata banyak sekali mengandung unsur-unsur yang menambah wawasan kita dalam belajar ragam bahasa di Indonesia, selain memperkaya bahasa Indonesia logat Bali juga memiliki kesamaan dengan bahasa Jawa. Didalam susunan kata bahasa Bali pun sama dengan susunan bahasa Indonesia yang tidak terbalik-balik.
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!